JalmiAlit

13 October 2005

Anak Keturunan

Anak-anak kalian itu bukanlah anak-anak kalian. Mereka adalah anak-anak kehidupan yang merindukan kehidupannya sendiri.

Melalui kalian mereka lahir, namun bukan dari kalian - mereka ada pada kalian tapi bukan hakmu sekalian.

Berikan mereka kasih sayang kalian pada mereka, tapi jangan pernah memberikan bentuk-bentuk pikiran, sebab mereka memiliki pikiran mereka sendiri. Kalian berhak membuatkan rumah untuk tubuh-tubuh, tapi bukan untuk jiwa-jiwa mereka sendiri. Sebab jiwa-jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan yang tiada dapat kalian kunjungi, meskipun hanya alam mimpi. Kalian berhak berusaha menjadikan diri sendiri seperti mereka, namun jangan pernah menjadikan mereka seperti kalian. Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, dan tidak pula tenggelam di masa lampau.

Kalian adalah busur, dan anak-anak itu adalah anak panah yang meluncur. Sang pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian. Dia merentangmu dengan kekuasaannya, hingga, anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Mereganglah dengan senang hati dalam rentangan tangan sang pemanah yang ahli, sebab dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat, sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang menghentak mantap.

Dikutip dari :
Sang Nabi
Kahlil Gibran

Perkawinan

Kalian telah diciptakan berpasang-pasangan, dan selamanya pula kalian akan berpasangan. Kalian akan tetap bersamalah ketika maut merenggut hidup, bersama pula kalian, dalam ingatan sunyi Tuhan. Tapi biarkan ada ruang antara kalian, tempat angin surgawi melintas dan memainkan tarian.

Saling mengasihilah selalu tapi jangan menjadikan cinta sebagai belenggu. Biarkan cinta bergerak bebas bagaikan gelombang yang lincah mengalir antara pantai kedua jiwa. Kalian dapat saling mengisi minuman tapi jangan minum dari satu piala, dan kalian dapat saling berbagi roti tapi jangan makan dari pinggan yang sama. Bernyanyi dan menarilah bersama dalam segala suka dan duka, dan sisakan ruangan bagi masing-masing untuk menghayati ketungggalannya. Dawai-dawai kecapi punya kehidupan sendiri-sendiri, meskipun digetarkan oleh petikan tangan yang sama.

Berikan hati namun jangan saling menguasai, sebab hanya tangan kehidupan yang akan mampu mencukupi.

Tegaklah sejajar, namun jangan terlampau dekat, karena pilar-pilar kuil tidak dibangun terlalu rapat.

Pohon jati dan pohon cemara, masing-masing tidak pernah tumbuh dibawah bayangan yang lain.

Dikutip dari :
Sang Nabi
Kahlil Gibran

Cinta

Apabila cinta memanggilmu, ikutlah dengannya, meski jalan yang akan kalian tempuh terjal dan berliku. Dan pabila sayap-sayapnya merengkuhmu, pasrahlah serta menyerahlah, meskipun pedang yang tersembunyi dibalik sayap itu akan melukaimu. Dan jika dia bicara kepadamu, percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara memporakporandakan petamanan. Sebagaimana ia memahkotaimu, cinta juga akan menyalibmu. Sebagaimana ia menumbuhkan kuncup dedaunanmu, maka ia juga memotong akar-akarmu.

Sebagaimana dia membungbung, mengecup puncak-puncak ketinggianmu, membelai mesra ranting terlembut yang bergetar dalam cahaya matahari, demikin pula dia menghujam ke dasar akarmu, mengguncang-guncangnya dari ikatanmu dengan tanah.

Bagaikan butiran-butiran gandum kalian diraihnya. Ditumbuknya sampai polos telanjang. Kalian akan dilindasnya agar terbebas dari kulit luarmu. Digosoknya, sehinggga menjadi putih bersih, diremas-remasnya menjadi bahan yang mudah dibentuk. Dan akhirnya kalian akan dipanggangnya di atas api pensucian, laksana roti suci yang dipersembahkan pada pesta kudus tuhan.

Demikian sifat cinta kepada diri manusia, supaya kalian pahami rahasia hati, dan kesadaran itu akan menjadikan kelalaian sebagai hati kehidupan.

Namun jika dalam kecemasan hanya ego dan kesenangannya yang kalian cari dalam cinta, maka lebih baik kalian menutup tubuh dan menyingkir dari penempaan, memasuki dunia tanpa musim, dimana kalian dapat tergelak tanpa tawa, dan menangis tanpa air mata.

Cinta takkan memberikan apa-apa pada kalian, kecuali keseluruhan dirinya, dan ia pun tidak akan mengambil apa-apa dari kalian, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak akan memiliki atau dimiliki, karena cinta telah cukup untuk cinta.

Apabila kalian mencintai, janganlah berkata :”Tuhan ada didalam hatiku,” tapi sebaliknya kalian merasa:”Aku berada didalam Tuhan.” Dan juga jangan kalian mengira bahwa kalian dapat menentukan arah cinta, karena cinta apabila telah menjatuhkan pilihan pada kalian, dialah yang akan menentukan perjalanan hidup kalian.

Cinta tidak punya hasrta selain mewujudkan maknanya sendiri. Namun jika kalian mencintai disertai berbagai hasrat, maka wujudkanlah dia demikian : meluluhkan diri, mengalir bagaikan anak sungai, yang menyanyikan lagi persembahan malam, mengenali kepedihan kemesraan yang terlalu dalam. Merasakan luka akibat pengertianmu sendiri tentang cinta : dan meneteskan darah dengan rela dan suka cita. Bangun fajar subuh dengan hati seringan awan, mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan. Istirahat di terik siang merenungkan puncak-puncak getaran cinta, pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada – kemudian tidur dengan doa bagi yang tercinta dalam hati, dan sebuah nyanyian puji syukur tersungging senyum di bibir.

Dikutip dari :
Sang Nabi
Kahlil Gibran

10 October 2005

Buka Puasa

Hari ini buka puasa di Semata Biz, pake gorengan, es buah plus secangkir teh hangat, nikmat, semoga puasa ini benar-benar puasa